Minggu, 21 Mei 2017

REVIEW: 3 NEW NUDE SHADES FROM WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM

Note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.







Hey fellas!
Kali ini gue mau ngebahas soal 3 warna baru Wardah Exclusive Matte Lip Cream yang belum lama ini rilis. Gue emang belum pernah nge-review 12 warna terdahulunya, karena gue cuma punya 1 warna yaitu nomer 5 - Speachless, itupun hasil barteran sama anak kantor. Dan sesuai namanya, gue speechless ngeliat bibir gue dengan warna oren muda, bikin bibir gue keliatan super terang. Sampe akhirnya gue berkesempatan buat nge-review 3 warna baru ini sekarang, yaitu 13-Fruit Punch, 14-My Honey Bee, dan 15-Pinky Plumise yang dikirimin tim Wardah ke kantor gue.





Gue ngeliat ketiganya pertama kali di booth Wardah pas mereka ikutan Jakarta X Beauty-nya Female Daily, sekaligus hari di mana mereka resmi ngerilis warna barunya itu. Gue nggak tau sih apakah kalian berpikiran sama kayak gue pas baru ngeliat mereka berjejer di booth, karena ekspresi gue adalah "Lah kok warnanya begini semua?" sambil megang tiga tube berwarna nude yang hampir mirip satu sama lain. Sebagai cewek yang kurang peka sama perbedaan warna yang nggak terlalu signifikan, i thought Wardah only released one new shade. Tapi pas gue perhatiin baik-baik ternyata emang mereka beda, walaupun beda tipis.




Sebenernya gue selalu skeptis sama warna lipstik nude yang hasilnya suka nggak bagus di bibir dan muka gue. Gue punya permukaan bibir "ngombre", dengan warna pink kemerahan di bagian dalem dan makin menggelap di daerah luarnya. So mostly, bibir gue berwarna gelap layaknya kulit muka gue yang sawo mateng. Tiap kali nyobain lipstik nude (yang mungkin diperuntukkan buat orang-orang berkulit lebih terang), i found it so hard to feel satisfied. Mulai dari nggak bisa nge-cover bibir gelap gue, patchy, or too bright for my skin. Guepun pernah nyoba warna nude generasi pertama Wardah Exclusive Matte Lip Cream, yaitu nomer 3- See You Latte, dan si Speachless tadi dan keduanya nggak cocok di gue. Makanya tiap kali beli lipstik selalu warna bold atau dark mauve yang udah pasti yakin bisa nutup bibir gelap, and enhanced my look as well. 

Tapi ternyata ketiga warna barunya Wardah ini bikin iman gue agak-agak goyah. Di sini gue nggak akan bahas soal kemasan, tube, kandungan, dan sebagainya karena udah banyak banget blog dan artikel yang nge-review soal itu. Gue cuma pengen berkomentar ternyata betapa cantiknya warna-warna nude yang mereka keluarin kali ini, it's like nude for everybody! Mungkin karena ketiganya punya warna nude to pinkish, and a bit mauve, bukan cokelat muda banget gitu.







Kalo dijejerin boksnya, keliatannya Pinky Plumsie jadi shade tertua. Tapi begitu dibuka dan di-swatch, kita bisa liat kalo sebenernya Fruit Punch bakal ngehasilin warna lebih gelap. Oh, dan gue juga suka sama aplikatornya yang agak miring, mempermudah gue buat ngeratain tanpa harus banyak cari angle. Formula krimnya yang thick juga bisa nutupin bibir gue yang gelap dengan baik hanya dengan satu kali dip aja. Nggak terasa berat, dan juga nggak terasa lengket. Salute for this! *tepok tangan*. Warna Fruit Punch jadi warna favorit gue di antara ketiga ini, dan menurut gue warnanya mirip banget sama Colourpop shade Bumble walaupun slightly lebih gelap. Harganya juga cuma Rp59.000, jadi bisa agak berhemat setengahnya dari harga Colourpop.

(Maaf banget gue nggak nampilin foto swatch di bibir, lagi jerawatan parah di seluruh muka. Gue udah coba dan hasil fotonya mengerikan. So i decided to just swatch it on my arm).

Overall, i love them all so much! Tapi sebenernya gue berharap Wardah bisa segera ngilangin kandungan Propyl Paraben dari produknya dan ngerilis warna-warna lain yang lebih bold dan berani. Karena rangkaian Wardah Exclusive Matte Lip Cream selama ini emang didominasi sama warna-warna yang soft dan cenderung aman. Mungkin Wardah bisa ngeluarin warna red wine kayak Make Over Ultra Hi-Matte Lipstick nomer 15-Femme Fatale, or maybe wearable dark brown.

So, which one is your perfect nude?



via GIPHY

Kamis, 04 Mei 2017

REVIEW: MAD FOR LIPSTICK LIPQUID LIPSTICK

note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.



ciye, fotonya ala-ala Tumblr pake ada lampunya...

Hey fellas!

Kali ini gue mau review another lip product, brand lokal yang baru-baru ini namanya sering banget seliweran Instagram para beauty blogger. It's Mad For Lipstick Lipquid Lipstick! Gue dapetin produk ini karena Managing Editor di kantor gue dikirimin 3 shade buat di-review sama tim editorial. Karena penasaran, akhirnya gue pinjem sebentar buat difoto dan review secara pribadi di blog.






Kalo menurut website dan cerita dari salah satu tim mereka pas kemarin ketemu buat meeting, Mad For Lipstick adalah brand yang fokus sama inovasi lip products dan rilis sekitar bulan Oktober 2016. For their first project, mereka ngerilis Mad For Lipstick Lipquid Lipstick dengan 6 shade yaitu Lady Like, Alpha, Sweet Violet, Desire, Femme Fatale, dan Introvert. Walaupun agak bold, warna Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini sih masih aman buat kulit orang Indonesia yang kebanyakan sawo matang atau kuning langsat, karena shade-nya masih didominasi pink-red tone dan nude brown. Keenam warna ini udah bisa kita beli di website Mad For Lipstick dengan harga Rp130 ribu.

Tapi sayangnya kali ini gue cuma berkesempatan nyoba 3 warna, yaitu Lady Like, Desire, sama Femme Fatale.


Up to down: Femme Fatale, Lady Like, Desire.


Dari segi packaging, harus gue akuin kalo gue sukaaaaa banget! Kalo biasanya lipstik dikemas dalam bentuk tabung, tube dari Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini terbuat dari mika berbentuk persegi yang bening dan tebel, ditambah lagi tutup berwarna hitam yang bikin tampilan lipstik ini jadi lebih lux. Bentuknya juga bikin nyaman digenggam karena bersudut dan nggak gampang slip. Satu lagi yang bikin keliatan keren, font Mad For Lipstick-nya nggak standar, tapi juga nggak trying so hard sampe-sampe keliatan norak.






Untuk aplikatornya sendiri sebenernya gue nemu 2 masalah, yaitu terlalu lurus dan kaku. Gue sendiri lebih seneng kalo aplikator liquid lipstick itu nggak terlalu tegang, jadi gampang dikendaliin (tapi nggak terlalu lembek juga). Yang kedua, aplikator enak menurut gue harus ada lengkungannya buat ngejangkau dan ngeratain bagian bibir terutama di sudut-sudutnya, kayak punya Stila Stay All Day Liquid Lipstick yang lentur banget dan gampang dikontrol.







Kemasan kelar dikomentarin, sekarang giliran isinya. Kalo menurut gue, tekstur Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini mirip-mirip lipcream pada umumnya, nggak cair tapi juga nggak sepadat mousse. Mungkin agak-agak mirip Colourpop tapi lebih encer. Aroma dari lipstik ini juga tercium kayak vanila, tapi buat yang Femme Fatale entah kenapa kayak ada aroma antiseptik-nya sedikit. Nggak bikin ganggu kok, masih nyaman buat dipake dan bakal hilang setelah selesai diaplikasiin ke bibir.

Ekspektasi gue emang rada tinggi karena packaging-nya yang begitu promising, begitu dipake juga kerasa lembut dan smooth. Tapi ada kesan agak kecewa karena sayangnya nggak seperti yang gue harapin. Mungkin karena bibir gue dasarnya hitam, lipstik ini agak susah buat nge-cover bagian-bagian tersebut. Yang gue rasain justru teksturnya nggak rata-rata, and a bit patchy on my lips. Dari tiga warna ini, gue baru bisa dapetin full coverage setelah 2 kali dipping, dan khusus Lady Like 3 kali dipping. Ini hasilnya...(abaikan bibir pecah-pecah zzzz)


Lady Like

Femme Fatale

Desire


Walaupun begitu, gue masih appreciate sama ketahanannya di bibir, walaupun bikin bibir gue jadi terasa agak kering dan garis-garisnya jadi nyata banget. Pas dipake makan dan minum normal sih pudar, tapi pudarnya rata dan nggak cracking yang bikin bibir keliatan blentang-blentong (if you know what i mean...)

Overall, Mad For Lipstick Lipquid Matte ini bisa bikin gue terkesan dari sisi packaging dan ketahanannya. Tapi jujur aja gue nggak begitu suka terutama soal coverage yang bikin gue harus over and over again celup oles buat ngedapetin hasil yang rata di bibir gue, plus rasa yang terlalu kering dan garis bibir jadi nyata banget. Apalagi gue paling males kalo pake lipstik yang ngasih kesan berat karena berkali-kali apply dan numpuk.

Tapi buat yang pengen nyoba, jangan langsung males begitu baca review dari gue. Karena lipstik itu selera masing-masing pemakainya. Managing Editor gue aja nggak sependapat sama gue, dia malah demen banget sama lipstick ini.

Segitu dulu review-nya buat Mad For Lipstick Lipquid Lipstick, semoga ke depannya bisa ngerilis produk yang lebih banyak varian dengan kualitas dan ketahanan yang makin ditingkatin...