Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

WELCOME TO BELITONG (PART ONE)

Kalo bukan gara-gara ngenes ngeliat terakhir posting bulan Mei 2014, kayaknya saya nggak bakal nih sentuh-sentuh blog yang dulu sempet jadi kebanggan, ngumpulin hasil jepretan tiap kali bawa kamera. Sekarang ngapain? Hunting aja udah jarang, kamera boro-boro diperhatiin, sekarang sibuk Instagram pake handphone.. Hih!

Tapi apalah daya yaa, saya yang selalu mengatas namakan SIBUK dan NGGAK SEMPET sebagai excuse nggak lagi motret, tiba-tiba terketuk buat memposting kumpulan foto yang belom tersentuh, cuma sebagian yang saya setor ke layouter majalah karena ini adalah materi liputan, dan sejak itu keinginan buat nyentuh Photoshop dan Lightroom sama sekali nggak muncul. Makanya sekarang postingan ini adalah sisa foto yang seenggaknya masih bisa dinikmati sama mata.

Postingan kali ini adalah foto-foto yang saya ambil waktu liputan 'Festival Laskar Pelangi' di Belitong. Selama 4 hari, saya diajak muter-muter pulau yang nggak cuma kaya sama keindahan alamnya, tapi juga lagi dibangun dari segi musiknya.

Hari pertama, Saya langsung diajak ke SD Laskar Pelangi, tempat shooting film Laskar Pelangi yang udah mendunia itu.










Lanjut perjalanan, saya dan rombongan media lainnya langsung dibawa berkunjung ke Museum Kata, sebuah tempat di mana Bang Andrea Hirata, the author of Laskar Pelangi, memajang semua karya-karyanya yang berhubungan dengan laskar pelangi. Mulai dari foto sampai cetakan buku Laskar Pelangi yang udah diterjemahkan ke berbagai bahasa bisa kita liat di sini.














My fave spot! 


Makan siang rame-rame, Duh, kangen Ikan Gangan!!


Kalo ini warung kopi favorit banget deh! Sederhana tapi kopinya sedep!

Bang Andrea Hirata, say hi! :D



Kangen? Udah pasti laahhh! Pengen deh bisa ngunjungin tempat ini lagi, maen ke sini lagi.
Belom, ini baru part one, besok-besok saya post tempat selanjutnya yang nggak kalah indah di Belitong!
:)

Minggu, 23 Februari 2014

Singapore Trip : Part III - Flower Dome at Gardens By The Bay

It might be hard to imagine how can we collecting flowers and plants around the world, but in Flower Dome everything is possible. Flower Dome sebenernya mirip banget sama Taman Bunga yang ada di Indonesia, tapi disini kita bisa ngeliat 9 kelompok tanaman hampir dari seluruh dunia tumbuh dengan sehat. Bangunannya berbentuk kubah kaca yang gedeeeee banget, dan begitu masuk kita bakal disambut hawa dingin yang memang di-setting seperti iklim Sub-tropis. Masya Allah! Indah banget didalem sini, takjub deh sama keindahan yang tersaji didepan mata. Bunga warna warni, pohon dan daun berbagai bentuk, and i bet my grandma will be sooooooooo exciting about this place. 





















Flower Dome cukup menyenangkan buat rekreasi, liat-liat, dan foto-foto bareng keluarga dan temen-temen. Tapi sebenernya kalo yang nggak gitu suka foto sih bakal ngerasa bosen dengan hanya berkeliling di tempat ini. But overall, it's really good to be here!

Anyway, you can see my review about Flower Dome and another Singapore education place on Gogirl! Magazine March 2014 Issue. :)

Minggu, 06 Oktober 2013

My Life As A Beginner Writer..

Nggak, di postingan ini saya bukan mau nyeritain betapa hebatnya saya nulis artikel, bukan juga mau nyeritain gimana enaknya jadi salah satu penulis di majalah.

Udah satu setengah tahun saya bekerja di Gogirl!, majalah remaja cewek yang ternyata punya banyak pembaca loyal, dan oplah yang lumayan tinggi dibanding pesaingnya. Jujur, ada rasa bangga menjadi bagian dari majalah ini padahal sebelumnya sama sekali nggak kebayang bakal terjun jadi writer majalah (yaiyalah, apalagi majalah cewek yang dominan isinya fashion, diri sendiri aja pake baju suka ngasal banget).

Oke! Cukup lama saya kerja disana, tapi selama itu juga saya belum ngerasa 'jago' dalam menulis. Kayaknya masih ada aja yang salah, masih ada aja yang kurang saya tuangkan untuk bisa dinikmati jadi informasi.
Intinya sih, masih jelek deh tulisannya. Hahaa

Pernah ada yang nanya, kenapa saya malah terjun jadi reporter? padahal mereka taunya dalam blog dan Instagram nunjukin betapa cintanya saya sama fotografi. Alesannya satu sih, masih belom pede sama hasil jepretan sendiri, masih belom banyak ilmu yang saya dapetin buat bener-bener terjun ke dunia fotografi. Sama seperti nulis, masih ada rasa nggak puas sama hasil yang ada..

Lha terus, kenapa kok malah nekat jadi writer majalah?
Hmm, disini saya percaya nggak ada kata terlambat buat mempelajari suatu hal either kita nggak begitu ahli dalam bidang itu. Saya juga masih percaya sih sama kata 'bisa karena biasa' yang selalu dibilang klise tetapi tetep nonjok. Untungnya, jadi writer di majalah ini nggak melulu ngetik di kantor aja. Saya justru lebih sering liputan keluar, nge-set pemotretan, dan disini saya juga diam-diam 'nyuri' ilmu dari kedua fotografer yang nemenin saya liputan kemana-mana.

Mungkin nanti, ada saatnya saya juga tiba-tiba nekat terjun jadi fotografer majalah atau apalah, seperti yang saya impi-impikan seperti saya ngejar mimpi sewaktu kuliah : jadi reporter dan bisa motret konser.

Sabtu, 23 Februari 2013

Glad To Be An Insta-snaper~

Akhir-akhir ini saya lagi in love banget sama salah satu aplikasi Android yang berhubungan dengan fotografi.
Walaupun udah lama muncul, Instagram masih tetep megang buat posting foto-foto lucu dan ngasih semangat buat para Instasnapper (panggilan buat Instagram user) berlomba-lomba nghasilin seni foto terbaik dan diposting dalem akunnya. Yaa walaupun sekarang udah banyak akun yang justru make Instagram buat jualan (hastag #jualan #jualansis #jualanmurah dan lainnya, deuuhh)

Instagram bisa dibilang jadi media penyalur hasrat fotografi saya yang udah lama nggak keasah. Saya nggak selalu punya waktu buat nenteng-nenteng kamera dan aplikasi ini cocok deh buat iseng-iseng kalo lagi liat objek bagus atau menarik buat di posting. Tinggal jepret, edit-edit, bubuhin caption dan hashtag, posting deh. Such an instant satisfaction for me..

Mungkin nggak cuma saya yang ngerasa kalo Instagram jadi obat kangen kita yang suka fotografi tapi nggak punya banyak waktu buat hunting atau terlalu repot bawa kamera. Saya juga yakin kok, buat yang awalnya nggak suka fotografi pun pasti jatuh cinta.

Here some of my Instagram posts, you can check some more in my account @sahnathassiry :)


Minggu, 25 November 2012

Hari Ini Aku Bermimpi...

Hari ini aku bermimpi
Ada kamu di dalamnya
Kita memang tak saling bicara
Tapi tahu di mana kita berada

Hari ini aku bermimpi
Ada kamu di dalamnya
Akhirnya mata kita saling menatap
Dengan hati yang penuh harap

Hari ini aku bermimpi
Ada kamu di dalamnya
Dua tangan kini saling berjabat
Berharap akan terus terpaut erat

Hari ini aku bermimpi
Ada kamu di dalamnya
Saat untaian kata mulai terucap
Yang entah kurasa hanya sekejap

Hari ini aku bermimpi
Ada kamu di dalamnya
Terbangun dengan penuh rasa hampa
Semoga kamu merasakan hal serupa


Kamis, 08 November 2012

Bestfriend? Are You 'Best' Enough?

Ada beberapa pertanyaan disini yang wajib dijawab pembaca. Caranya simple, cukup jawab 'YA' atau 'TIDAK' di benak masing-masing menurut pengalaman pribadi kalian.

1. Kamu suka bersosialisasi dengan banyak orang.

2. Kamu suka banget stay di keramaian.

3. Kamu gampang akrab sama orang, bahkan yang baru dikenal sekalipun.

4. Kamu bakal selalu keep contact sama teman lama.

5. Kamu intens mengirim SMS/BBM/Email/Chat ke orang-orang terdekat kamu. (intens disini maksudnya setiap hari)

6. Kamu selalu dianggap sebagai orang yang bisa memberi support ke temen-temen kalo lagi ada masalah.

7. Kamu punya banyak temen dan mereka semua rata-rata berbeda karakter.

8. Kamu selalu berusaha buat ada disaat temen kamu lagi membutuhkan.

9. Kamu selalu mau tahu setiap masalah temen-temen kamu dengan harapan bisa membantu.

10. Kamu peka banget sama keadaan, baik itu urusan pribadi atau orang lain.

11. Kamu selalu ingat setiap momen yang kamu lewati bareng temen kamu, bahkan hal terkecil sekalipun.

12. Buat kamu, perhatian yang kamu kasih ke orang-orang disekitar kamu nggak sekedar basa basi aja.

13. Kalau temen atau orang terdekat kamu ngelakuin suatu yang salah, kamu lebih suka buat ngebilangin dan ngoreksi dengan cara kamu dibanding diem aja dan nganggep hal itu nggak terjadi.

14. Kamu nggak pernah dianggap 'cuek' alias 'don't care'.

Pertanyaan-pertanyaan diatas ini bener-bener random dan nggak bisa jadi acuan paten, tapi menurut saya, 14 pertanyaan ini udah cukup laahh buat ngewakilin jawaban dari seberapa besar kamu bisa berteman dan bersahabat dengan orang lain. Seberapa baikkah kamu buat jadi temen atau sahabat orang lain, seberapa penting keberadaan orang lain dalam kehidupan kamu.



Kalau kamu banyak menjawab 'YA', mungkin kamu termasuk orang-orang yang cocok untuk jadi teman yang baik, bahkan kamu bisa jadi sahabat siapapun. Kalau banyakan 'TIDAK', bukan berarti kamu nggak bisa berteman dengan baik, hanya saja kadar BEST pada BESTFRIEND kamu mungkin perlu diasah lebih sering. (Jujur aja, saya pribadi lebih banyak mengumpulkan 'TIDAK' daripada 'YA' nya, terutama di nomor 11, dan 14. Hihihii..)

So, how about you? lebih banyak mana? YA atau TIDAK?



Minggu, 04 November 2012

Build Your Own Landmark..

Saya sempet mikir satu hal yang memang bikin saya agak tersentil baru-baru ini..

Mungkin beberapa orang udah punya pemikiran ini dari dulu, dari umur yang masih sangat muda.
Mungkin bagi sebagian orang ini adalah postingan basi sambil bilang dalem hati : 'Yaelah, kemane aje lo, Nath?'

Okehh, sebelum saya mikir mungkin-mungkin yang lain dan mulai su'udzon sama orang-orang, here's some questions..

Apa sih pencapaian hidup saya sebenernya?
Apa yang mau saya kejar?
Apa sih target yang saya tetapkan?
Apa sih cita-cita dan passion terbesar saya? 


Yes I AM think of it, tapi nggak sebegitu mikir kayak sekarang sampai saya terlibat obrolan serius-nggak serius sama mantan bos, beberapa hari yang lalu. (emang pacaran doang ada mantannya :P) 

Sebelumnya, beliau nanya bagaimana pekerjaan saya ditempat yang baru ini, apa yang saya dapet selama disana, apa saya udah ngejar impian yang saya elu-elu kan sewaktu bilang mau mengundurkan diri dari perusahaan yang lama. I tell him all about my job right now, dan bisa dibilang kali ini kerjaan saya lebih santai dan beliau setuju (i think, he still can't believe i can even survive in GIRLS MAGAZINE, secara menurut beliau dunia cewek itu bukan saya banget. Hahaa)

Lanjut obrolan, beliau nyimpulin ternyata banyak banget waktu luang yang sebenernya bisa saya manfaatin untuk hal lain, beliau mulai nanya apa yang saya lakuin di waktu yang lowong itu. Saya cuma jawab "palingan motret, Pak, itupun jarang..". Sempet mikir kemana arah obrolan ini, ternyata memang sedikit nyentil saya.

Beliau langsung bicara soal pendapatnya tentang pencapaian, tepat seperti pertanyaan di awal post saya ini.  Sedikit yang saya inget dari ucapan beliau :

"Kalo menurut saya sih, dengan waktu yang segitu banyak kamu bisa ngembangin berbagai ide, dan sebenernya banyak hal yang bisa kamu lakuin. Kita harus punya pencapaian, a landmark, 'bangunan' yang nantinya bisa kamu banggain waktu tua nanti. Kamu suka moto (motret), yaudah boleh! tapi kamu harus punya pencapaian, mau dibawa kemana nanti hasilnya. Misalnya kamu pengen foto kamu dipajang dimana, kamu harus punya dan capai itu. Jangan ngikutin gaya hidup anak muda yang biarin mengalir seperti air, santai kayak iklan silverqueen, tapi nggak punya pencapaian apa-apa buat dikejar. Tapi itu sih menurut saya lhoo ya". 

Kata-kata itu sampai sekarang masih muter-muter dipikiran saya, and kinda bit tickle about the silverqueen part.. hehee. Bener juga yah, kalo hidup nggak punya pencapaian apa-apa bakal ngalir aja kayak air, tapi nantinya pas tua nggak bisa punya apa-apa buat dibanggain. Sepintas keliatannya maksa buat nonjolin diri, tapi kalo dipikir-pikir, apa yang udah jadi kemauan kita dari awal, emang HARUS dikejar. That's why, pemikiran soal pencapaian hidup jadi makin serius gara-gara obrolan ini dan bikin saya punya tekad dalam hati "I have to build my own 'landmark' from now."

Tapi jujur aja, walaupun saya belom tau pasti bentuk 'landmark' seperti apa yang bakal saya bangun, rasanya semangat banget buat gali potensi dalam diri dan ngejar cita-cita yang udah ada di benak. Begitu juga buat pembaca post ini, mungkin ada sedikit kata 'iya yah' dalem hati dan jadi mikir soal landmark apa yang mau dibangun dengan segera..

Actually people, we have our own land. It's up to you to build your landmark or let it neglected..



Fortune Goddes Surrounds Her..

Beberapa waktu lalu saya dapet undangan peluncuran sebuah produk makanan baru yang kayaknya udah sering jadi konsumsi kita semua. Yup! Kerupuk. I know you guys will be curious with the title. Apa hubungannya sih keberuntungan ama kerupuk? You'd better read this till the end.

kebetulan hari itu kerjaan saya dikantor nggak begitu padat dan pengen menghargai yang ngundang (read = makan siang gratis), i guess that day will be good.

Akhirnya saya mutusin buat dateng bareng temen saya, Nadia yang kebetulan juga punya waktu luang disela-sela kerjaannya yang udah diujung deadline, yeah we need more 'leha leha time' hehehee..
Acaranya simple, just like the other product launching, ada talk show mengenai produk terbaru dari pihak penyelenggara dan karena ini produk makanan, si penyelenggara ngundang salah satu chef untuk memberi eksperimen dan ngolah si kerupuk menjadi cemilan yang yaaaa, enak.. :D

Kali ini saya nggak bawa si Fidy, jadi saya motret momen pake hape.. (still remember Tody? Fidy is the upgraded Tody :P)

si chef mulai mengolah
Setelah demo masak dan menghasilkan 2 jenis camilan, tiba waktunya makan siang dan salah satu penyelenggara minta saya buat ikut lomba makan kerupuk. Well, it's kinda weird.. tapi nggak juga sih, wong launchingnya kerupuk yaa nggak apa-apa lah lombanya lomba makan kerupuk.. (Jadi ngomel sama diri sendiri)

this is me (two from the right), while chomp chomp the kerupuk.. hehee

Walaupun nggak menang (gara-gara iketan kerupuknya lepas dan akhirnya si buntelan kerupuk jatoh ke tanah), tapi ya puas juga dapet bingkisan cihuy dari si penyelenggara yang isinya sekantong GEDE berbagai jenis produk kerupuk dan keripik (sebelumnya si Nadia udah nyelundupin sekitar 5 bungkus kerupuk didalam ransel saya -_-")

After all, tiba saatnya doorprize! Biasanya yaa emang ini sih yang paling ditunggu-tunggu rekan media yang meliput termasuk SAYA! Yaa siapa tau keberuntungan lagi hinggap.

Disinilah cerita kenapa saya kasih judul 'Fortune Goddes Surrounds Her'. Her means Nadia. Sebelum doorprize pengocokan kartu nama yang biasanya dikumpul pas mengisi buku tamu, Nadia udah berhasil dapet salah satu dari dua stiker yang ditempel di bangku waktu talk show. Yes, she's so lucky. Padahal kami dateng telat dan kebetulan bangku itu malah belum ada yang menduduki, she's sit there and got the lucky sticker! Dari situ dia dapet 1 buah rice cooker.

Pas pengundian doorprize diakhir acara, nama Nadia dipanggil lagi karena salah satu penyelenggara yang mengaduk-ngaduk mangkok berisi kartu nama para media dengan nggak sengaja menjumput kartu namanya. Well, Twice a day doorprize! Kali ini hadiahnya seperangkat tempat makan. What a lucky i said. That's why, i think it's kinda unique so i post here :D congrats Nadia..

here is she, the luckiest one that day! :D
Selesai acara, didepan kita masih harus ngambil goodie bag yang isinya beberapa bungkus kerupuk yang nggak kalah banyak sama yang saya dapet dari hadiah lomba. We called ourself that day juragan kerupuk! Haha! Ada juga photo booth yang bisa kita ambil hasilnya sehabis acara..

here's the pict, i recapture with my phone..

Keep lucky yaa Nad, kali aja bisa dioper itu keberuntungannya.. Hahaa!