Tampilkan postingan dengan label liquid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liquid. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Agustus 2017

REVIEW: WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM NO 16 17 DAN 18

Note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.





Hey fellas!

Setelah sebelumnya gue nge-review Wardah Exclusive Matte Lip Cream no. 13, 14, dan 15 (click here), kali ini gue mau ngebahas soal 3 warna baru mereka yang rilis lagi sekitar sebulan lalu, yaitu Wardah Exclusive Matte Lip Cream no 16-Heart Beet, 17-Rosy Cheek, dan 18-Saturdate Night. Sebenernya 3 warna ini udah sempet nggak sengaja gue intip pas ngecek di website BPOM buat bahan tulisan blog sebelumnya. Awal ngeliat nama-namanya, gue sempet ngira kalo mereka bakal ngerilis warna yang bold dan nggak biasa. Tapi ternyata pas dapet kiriman lagi dari Wardah ke kantor, gue NGAKAK banget! Ah c'mon Wardah, warnanya begini lagi nih? Bahkan menurut gue, nomor 18 mirip banget sama no 13 Fruit Punch. It's like exactly the same! Cuma beda warna kardus.







Sama kayak di posting-an sebelumnya, di sini gue nggak mau ngebahas tekstur karena menurut gue Wardah Exclusive Matte Lip Cream adalah salah satu produk lipstik yang racikan formula nya konsisten walaupun shade-nya beda-beda (tipis). Gue mau ngejabarin dan ngasih unjuk fotonya langsung soal warna terbaru(?) yang dirilis Wardah. Personally, gue suka semua warnanya, karena ya balik lagi, warnanya aman-aman banget buat semua umur dan kalangan. Tapi pas gue coba, gue suka sama warna no. 16 Heart Beet dengan warna merah Fanta. Maaf ya referensi warna gue jadul, Fanta lah dibawa-bawa. Kalo no 18 yaudah lah ya mirip no 13 yang emang gue suka banget, dan buat nomor 17 juga warnanya standar nude lipstick yang masih bisa masuk ke kulit sawo matang.


16 Heart Beet

17 Rosy Cheek

18 Saturdate Night

Posting-an kali ini kayaknya nggak usah panjang-panjang karena gue cuma mau ngasih liat shade terbaru mereka. Plus swatch di bibir dengan muka bagian dagu yang udah nggak jerawatan. Yaay!
Buat Wardah, please please please, kalian pasti bisa ngerilis warna yang lebih bervariasi. Gue nggak benci sih, cuma kalo warnanya aman terus, mirip-mirip dan nggak ada variasi lagi, mungkin aja kan orang-orang bakal beralih ke brand lain buat ngedapetin warna yang lebih bold, karena bosen sama warna yang gitu-gitu aja?

Oiya, terima kasih banget buat semuanya yang udah berkunjung ke blog gue, baik yang pertama kali ataupun yang udah rutin. Gue terharu banget pas traffic posting-an Wardah Exclusive Matte Lip Cream no. 13, 14, dan 15 (click here) gue diklik dan dibaca ribuan kali, dan sampe tulisan ini dibuat, viewers artikel Wardah nude lipstick gue udah hampir 10 ribu. Well, nilai segitu berarti banget dan terhitung gede di blog gue yang biasanya nggak sampe 2 ribu viewers per artikelnya. That's why i thank a lot to you guys :)

Minggu, 21 Mei 2017

REVIEW: 3 NEW NUDE SHADES FROM WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM

Note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.







Hey fellas!
Kali ini gue mau ngebahas soal 3 warna baru Wardah Exclusive Matte Lip Cream yang belum lama ini rilis. Gue emang belum pernah nge-review 12 warna terdahulunya, karena gue cuma punya 1 warna yaitu nomer 5 - Speachless, itupun hasil barteran sama anak kantor. Dan sesuai namanya, gue speechless ngeliat bibir gue dengan warna oren muda, bikin bibir gue keliatan super terang. Sampe akhirnya gue berkesempatan buat nge-review 3 warna baru ini sekarang, yaitu 13-Fruit Punch, 14-My Honey Bee, dan 15-Pinky Plumise yang dikirimin tim Wardah ke kantor gue.





Gue ngeliat ketiganya pertama kali di booth Wardah pas mereka ikutan Jakarta X Beauty-nya Female Daily, sekaligus hari di mana mereka resmi ngerilis warna barunya itu. Gue nggak tau sih apakah kalian berpikiran sama kayak gue pas baru ngeliat mereka berjejer di booth, karena ekspresi gue adalah "Lah kok warnanya begini semua?" sambil megang tiga tube berwarna nude yang hampir mirip satu sama lain. Sebagai cewek yang kurang peka sama perbedaan warna yang nggak terlalu signifikan, i thought Wardah only released one new shade. Tapi pas gue perhatiin baik-baik ternyata emang mereka beda, walaupun beda tipis.




Sebenernya gue selalu skeptis sama warna lipstik nude yang hasilnya suka nggak bagus di bibir dan muka gue. Gue punya permukaan bibir "ngombre", dengan warna pink kemerahan di bagian dalem dan makin menggelap di daerah luarnya. So mostly, bibir gue berwarna gelap layaknya kulit muka gue yang sawo mateng. Tiap kali nyobain lipstik nude (yang mungkin diperuntukkan buat orang-orang berkulit lebih terang), i found it so hard to feel satisfied. Mulai dari nggak bisa nge-cover bibir gelap gue, patchy, or too bright for my skin. Guepun pernah nyoba warna nude generasi pertama Wardah Exclusive Matte Lip Cream, yaitu nomer 3- See You Latte, dan si Speachless tadi dan keduanya nggak cocok di gue. Makanya tiap kali beli lipstik selalu warna bold atau dark mauve yang udah pasti yakin bisa nutup bibir gelap, and enhanced my look as well. 

Tapi ternyata ketiga warna barunya Wardah ini bikin iman gue agak-agak goyah. Di sini gue nggak akan bahas soal kemasan, tube, kandungan, dan sebagainya karena udah banyak banget blog dan artikel yang nge-review soal itu. Gue cuma pengen berkomentar ternyata betapa cantiknya warna-warna nude yang mereka keluarin kali ini, it's like nude for everybody! Mungkin karena ketiganya punya warna nude to pinkish, and a bit mauve, bukan cokelat muda banget gitu.







Kalo dijejerin boksnya, keliatannya Pinky Plumsie jadi shade tertua. Tapi begitu dibuka dan di-swatch, kita bisa liat kalo sebenernya Fruit Punch bakal ngehasilin warna lebih gelap. Oh, dan gue juga suka sama aplikatornya yang agak miring, mempermudah gue buat ngeratain tanpa harus banyak cari angle. Formula krimnya yang thick juga bisa nutupin bibir gue yang gelap dengan baik hanya dengan satu kali dip aja. Nggak terasa berat, dan juga nggak terasa lengket. Salute for this! *tepok tangan*. Warna Fruit Punch jadi warna favorit gue di antara ketiga ini, dan menurut gue warnanya mirip banget sama Colourpop shade Bumble walaupun slightly lebih gelap. Harganya juga cuma Rp59.000, jadi bisa agak berhemat setengahnya dari harga Colourpop.

(Maaf banget gue nggak nampilin foto swatch di bibir, lagi jerawatan parah di seluruh muka. Gue udah coba dan hasil fotonya mengerikan. So i decided to just swatch it on my arm).

Overall, i love them all so much! Tapi sebenernya gue berharap Wardah bisa segera ngilangin kandungan Propyl Paraben dari produknya dan ngerilis warna-warna lain yang lebih bold dan berani. Karena rangkaian Wardah Exclusive Matte Lip Cream selama ini emang didominasi sama warna-warna yang soft dan cenderung aman. Mungkin Wardah bisa ngeluarin warna red wine kayak Make Over Ultra Hi-Matte Lipstick nomer 15-Femme Fatale, or maybe wearable dark brown.

So, which one is your perfect nude?



via GIPHY

Kamis, 04 Mei 2017

REVIEW: MAD FOR LIPSTICK LIPQUID LIPSTICK

note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.



ciye, fotonya ala-ala Tumblr pake ada lampunya...

Hey fellas!

Kali ini gue mau review another lip product, brand lokal yang baru-baru ini namanya sering banget seliweran Instagram para beauty blogger. It's Mad For Lipstick Lipquid Lipstick! Gue dapetin produk ini karena Managing Editor di kantor gue dikirimin 3 shade buat di-review sama tim editorial. Karena penasaran, akhirnya gue pinjem sebentar buat difoto dan review secara pribadi di blog.






Kalo menurut website dan cerita dari salah satu tim mereka pas kemarin ketemu buat meeting, Mad For Lipstick adalah brand yang fokus sama inovasi lip products dan rilis sekitar bulan Oktober 2016. For their first project, mereka ngerilis Mad For Lipstick Lipquid Lipstick dengan 6 shade yaitu Lady Like, Alpha, Sweet Violet, Desire, Femme Fatale, dan Introvert. Walaupun agak bold, warna Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini sih masih aman buat kulit orang Indonesia yang kebanyakan sawo matang atau kuning langsat, karena shade-nya masih didominasi pink-red tone dan nude brown. Keenam warna ini udah bisa kita beli di website Mad For Lipstick dengan harga Rp130 ribu.

Tapi sayangnya kali ini gue cuma berkesempatan nyoba 3 warna, yaitu Lady Like, Desire, sama Femme Fatale.


Up to down: Femme Fatale, Lady Like, Desire.


Dari segi packaging, harus gue akuin kalo gue sukaaaaa banget! Kalo biasanya lipstik dikemas dalam bentuk tabung, tube dari Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini terbuat dari mika berbentuk persegi yang bening dan tebel, ditambah lagi tutup berwarna hitam yang bikin tampilan lipstik ini jadi lebih lux. Bentuknya juga bikin nyaman digenggam karena bersudut dan nggak gampang slip. Satu lagi yang bikin keliatan keren, font Mad For Lipstick-nya nggak standar, tapi juga nggak trying so hard sampe-sampe keliatan norak.






Untuk aplikatornya sendiri sebenernya gue nemu 2 masalah, yaitu terlalu lurus dan kaku. Gue sendiri lebih seneng kalo aplikator liquid lipstick itu nggak terlalu tegang, jadi gampang dikendaliin (tapi nggak terlalu lembek juga). Yang kedua, aplikator enak menurut gue harus ada lengkungannya buat ngejangkau dan ngeratain bagian bibir terutama di sudut-sudutnya, kayak punya Stila Stay All Day Liquid Lipstick yang lentur banget dan gampang dikontrol.







Kemasan kelar dikomentarin, sekarang giliran isinya. Kalo menurut gue, tekstur Mad For Lipstick Lipquid Lipstick ini mirip-mirip lipcream pada umumnya, nggak cair tapi juga nggak sepadat mousse. Mungkin agak-agak mirip Colourpop tapi lebih encer. Aroma dari lipstik ini juga tercium kayak vanila, tapi buat yang Femme Fatale entah kenapa kayak ada aroma antiseptik-nya sedikit. Nggak bikin ganggu kok, masih nyaman buat dipake dan bakal hilang setelah selesai diaplikasiin ke bibir.

Ekspektasi gue emang rada tinggi karena packaging-nya yang begitu promising, begitu dipake juga kerasa lembut dan smooth. Tapi ada kesan agak kecewa karena sayangnya nggak seperti yang gue harapin. Mungkin karena bibir gue dasarnya hitam, lipstik ini agak susah buat nge-cover bagian-bagian tersebut. Yang gue rasain justru teksturnya nggak rata-rata, and a bit patchy on my lips. Dari tiga warna ini, gue baru bisa dapetin full coverage setelah 2 kali dipping, dan khusus Lady Like 3 kali dipping. Ini hasilnya...(abaikan bibir pecah-pecah zzzz)


Lady Like

Femme Fatale

Desire


Walaupun begitu, gue masih appreciate sama ketahanannya di bibir, walaupun bikin bibir gue jadi terasa agak kering dan garis-garisnya jadi nyata banget. Pas dipake makan dan minum normal sih pudar, tapi pudarnya rata dan nggak cracking yang bikin bibir keliatan blentang-blentong (if you know what i mean...)

Overall, Mad For Lipstick Lipquid Matte ini bisa bikin gue terkesan dari sisi packaging dan ketahanannya. Tapi jujur aja gue nggak begitu suka terutama soal coverage yang bikin gue harus over and over again celup oles buat ngedapetin hasil yang rata di bibir gue, plus rasa yang terlalu kering dan garis bibir jadi nyata banget. Apalagi gue paling males kalo pake lipstik yang ngasih kesan berat karena berkali-kali apply dan numpuk.

Tapi buat yang pengen nyoba, jangan langsung males begitu baca review dari gue. Karena lipstik itu selera masing-masing pemakainya. Managing Editor gue aja nggak sependapat sama gue, dia malah demen banget sama lipstick ini.

Segitu dulu review-nya buat Mad For Lipstick Lipquid Lipstick, semoga ke depannya bisa ngerilis produk yang lebih banyak varian dengan kualitas dan ketahanan yang makin ditingkatin...

Minggu, 11 September 2016

REVIEW: MY THE BODY SHOP MAKEUP COLLECTION

Hi peeps!

This time, i wanna share a review about my The Body Shop Makeup Collection. But first, gue mau cerita dulu sedikit soal The Body Shop, dan sedikit curhat soal hubungan kami..(lah?)


The Body Shop emang udah terkenal banget jadi salah satu kosmetik yang ngeklaim nggak cuma berusaha bikin nyaman penggunanya, tapi juga berusaha buat jadi temen bagi lingkungan. Kalo baca dari website-nya The Body Shop, mereka bener-bener pengen jadi brand yang cinta sama lingkungan, 100% vegetarian, dan bahan-bahannya didapet dari pemberdayaan petani lokal. Lokal yang mana? Nggak tau juga sih, mungkin lokal Inggris tempat lahirnya brand ini. The Body Shop juga jadi makeup brand pertama yang ngelarang pengujian bahan-bahan produknya ke hewan, dan ngajak konsumennya buat ikut bergerak buat pelestarian lingkungan. Tagline mereka aja "Beauty With Heart", jadi ya nggak cuma tampang kita aja yang dirawat, tapi juga kepekaan sama hati nurani kita ikutan diasah. They really want to make world as the better place.


Actually i'm not a fan of this brand. Dulu waktu jaman SMP-SMA (sampe sekarang juga sih), gue memandang brand ini sebagai brand yang mahaaaaaall banget, and i can't afford it. Nyokap juga nggak kenal The Body Shop, she was a die hard fan of Revlon (sampe akhirnya ketemu Wardah yang udah terjamin halal), jadi gue tau brand ini dari temen-temen yang kebetulan pake. My first The Body Shop product was blotting paper, yang dikasih sama temen gue sebagai kado ulang tahun. Namanya juga jaman bocah, dapet kertas minyak, branded pula, pakenya dipirit-pirit. Kalo ada yang minta rada enggan, sampe akhirnya si paper itu ilang entah ke mana. Terus gue juga dikasih 1 set makeup cleanser yang pakenya pun gue sayang-sayang sampe tanggal kadaluarsa memisahkan kita. See?! Udah ketauan kan kalo hubungan gue sama The Body Shop nggak bisa akrab gegara urusan harga..

Tapi bukan nggak ada alesan kenapa mereka punya harga yang bakal bikin dompet males keluar dari kantong. Ibaratnya, ada harga ya ada kualitas, dan mereka emang ngebuktiin dengan penggunaan bahan yang nggak sembarangan, kimianya dikit, vegetarian pula, dan buat nyiptain kosmetik yang environtment friendly kan nggak gampang. There must be a lot effort to do it consistantly.

Yuk lah kita langsung masuk review!


FRESH NUDE FOUNDATION sicily amber 050 | Rp 349.000




Fondation ini ngeklaim kalo bisa ngejaga kelembapan muka selama 24 jam, formulanya ringan, mengandung SPF 15, cocok buat semua jenis kulit, dan bikin wajah jadi keliatan segar. Hmm, gue setuju sih sama klaim mereka. The Body Shop Fresh Nude Fondation ini emang ringan banget, nggak terlalu creamy kayak fondation biasanya. Pas dipake ke muka, kulit rasanya jadi sejuk dan gampang di-blend. The Body Shop Fresh Nude Fondation juga ngasih finish look yang dewy, makanya bikin muka kita keliatan seger. Tapi ya karena formulanya ringan, coverage-nya juga nggak terlalu tinggi menurut gue, jadi muka kita tetep keliatan natural dan spot-spot yang agak tebal nggak bisa ketutup dengan sempurna, harus tetep dibantu sama concealer. Mungkin kalo yang suka sama efek no makeup-makeup, glowing dan seger terus bakal suka sama The Body Shop Fresh Nude Fondation ini.



Pori-pori tetep keliatan, beberapa spot nggak ketutup, tapi muka keliatan glowy dan lembap kayak sehat gitu. Kadang gue berani nggak pake pelembap kalo lagi ngegunain fondation ini tanpa takut muka nggak terlindung.

I do love the glowing and the healthy skin effect from this fondie, tapi sebagai pemilik muka super oily yang sangat mengagung-agungkan matte finish, gue kadang ngerasa kurang nyaman sama efek dewy-nya ini. Muka jadi kayak berminyak banget, padahal kalo dipegang ya cuma efek doang. Jadi tiap kali ngaca, rasanya pengen blotting buru-buru pake kertas minyak. Karena muka gue juga tan, kalo berminyak tuh kayak ngerasa dekil aja.

SHADE ADJUSTING DROPS LIGHTENING & Darkening | rp 309.000 each


Kalo ngeliat dari web The Body Shop Indonesia, produk lightening ini ternyata baru banget masuk ke The Body Shop Indonesia, sedangkan yang darkening belum muncul. I got this from Mbak Yence yang kebetulan diutus liputan The Body Shop di London, Inggris. Sebelum gue bener-bener baca tulisan di botolnya, gue sotoy dan ngira kalo ini buat contouring dan highlighting. Tapi pas gue coba kok nggak terlalu keliatan? Ternyata pas gue perhatiin lagi, dua produk ini berfungsi buat ngoplos produk-produk makeup liquid yang warnanya nggak pas. (AHA! guepun hobi ngoplos-ngoplos terutama lipstik yang shade-nya nggak cocok dan gue nggak pengen jadi sia-sia). Guepun jadi sering ngegunain The Body Shop Shade Adjusting Drops Lightening ini buat fondation atau lipstik yang gue beli ternyata terlalu gelap di kulit. Begitu juga sebaliknya, The Body Shop Shade Adjusting Drops Darkening gue pake buat ngoplos fondie atau lipstik yang warnanya keterangan.



Aplikatornya enak banget berbentuk pipet, jadi ngambil produknya juga tetep higienis. Takarannya sih 1 tetes buat 1/2 shade lebih terang/gelap, tapi gue suka random aja netesin sampe muncul warna yang gue pengen.

The Body Shop Fresh Nude Fondation + The Body Shop Shade Adjusting Drops Lightening

So far sih produk ini helpful banget dan teksturnya gampang menyatu sama produk yang mau dioplos! Jadi kalo biasanya suka ragu buat beli fondie atau lipstik karena warnanya, sekarang udah bisa diakalin pake The Body Shop Shade Adjusting Drops.

HONEY BRONZE HIGHLIGHTING DOME 3 | rp 209.000


And this one is my favorite. Highliter balm yang biasa gue jadiin blush on juga dan wanginya enaakk. Gue suka karena pengaplikasiannya yang gampang banget, tapi emang agak kurang oppaque kalo cuma dioles 1-2 kali. Butuh sekitar 3 kali buat ngasilin warna bronze gold-ish plus highlite yang lumayan. Satu lagi yang jadi PR adalah kalo pake The Body Shop Honey Bronze Highliting Dome ini jangan pake bedak dulu, soalnya bedaknya bisa jadi keangkat dan terkesan patchy di muka kita. Enakan sih pake ini dulu sebelum muka kita di-set pake bedak,

kalo nggak salah ini 2-3 kali oles

can you see the glow and the color?


DOWN TO EARTH EYE SHADOW GLOW PALETTE | £22 





Dari sekian banyak makeup yang gue kumpulin, bisa dibilang gue anaknya jarang banget pake eyeshadow. Guepun jujur aja masih clueless tiap kali pake eyeshadow, warna apa ditaro di mana biar bagus, sampe batas mana si eyeshadow itu ditarik ke luar kelopak mata, jadi kalo mau kondangan gue selalu liat tutorial di YouTube. The Body Shop Down To Earth Eye Shadow Glow Palette ini pigmented banget walaupun nggak pake eyeshadow base (kebayang kan kalo ditambah base?) Sesuai sama serinya, warna-warna di eyeshadow ini earthy banget, cokelat, cream, nude, sampe hitam. Di dalam 8 warna berbeda ini kita juga bisa nemuin 3 finish look yang beda, ada yang matte, shimmers, dan sparkles, cakep buat di-mix and match. Oiya, based on the website, The Body Shop Down To Earth Eye Shadow Glow Palette ini belum masuk ke store di Indonesia. Makanya gue cantumin harga dari web UK ya.



Buat yang nggak suka warna gonjreng, palette ini boleh juga lah! Nah, karena kelopak mata gue berminyak, gue selalu pengen eyeshadow yang nggak creasing alias luntur di mata. Setelah nyoba pake eyeshadow ini seharian emang nggak separah eyeshadow yang pernah gue pake, masih tahan lama walaupun ada sedikit luntur. 

And here's the finish look of my makeup using The Body Shop Products!


Walaupun di-set sama bedak yang matte, efek dewy-nya tetep ada. Kulit jadi keliatan glowy dan sehat.



Selain produk The Body Shop, gue juga pake produk-produk ini buat bikin look di atas:
Eyebrow using QL Eyebrow Cream, Eyeliner using Purbasari Pen Liner, Lipstick using Nabi shade Nutmeg, Mascara using QL Waterproof Mascara, and Setting Powder using Essence Fixing Loose Powder All About Matt!




The Body Shop Brushes also amazing dan lembut banget!


KISTNA EAU DE TOILETTE | rp 389.000


Lho kok ada Kistna? Yaa biarpun gue cewek yang suka makeup, tapi kalo urusan parfum gue bakal selalu pilih parfum cowok atau yang wanginya lebih cenderung ke buah-buahan daripada bunga.
Pertama kali nyium aromanya, gue langsung suka banget. Campuran citrus, grapefruit, dan lemon bikin badan kerasa seger banget. Maskulinnya dapet, tapi juga menurut gue masih bisa dipake sama cewek. Gue beli ini udah lumayan lama, tapi karena keseringan pake AXE Anarchy For Him, Kistna jadi jarang gue pake. But this fragrance is really recommended! Mau ngasih buat pacar atau buat dipake sendiri? Hmm, pake aja lah berdua, biar tambah cocok tak terpisahkan macam anak kembar baru mandi..hehe.


Okay, segitu dulu review buat kali ini. Satu kata buat ngegambarin produk-produk The Body Shop: Mild. Soalnya gue ngerasa semua produknya nggak sekeras produk makeup kebanyakan, dan kayaknya cocok buat kulit yang sensitif atau baru-baru belajar makeup tapi takut mukanya rusak kena efek kosmetik. The Body Shop ngasih gue banyak pelajaran: 
1. Beauty with Heart,
2. Mulai peduli sama lingkungan,
3. Dan harus rajin menabung buat beli produk lainnya...

Kamis, 18 Agustus 2016

REVIEW: CHIFFON MATTE LIQUID LIPSTICK BY BEAUTY STORY

note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan more vibrant, jadi agak beda sama shade lipstick aslinya, dan fotonya agak pecah. So you better click the photos to get the better quality. 



I need to review this! Dari sekian banyak brand makeup yang ngeluarin liquid lipstick, Beauty Story jadi salah satu brand yang menurut gue lumayan cepet ngerespon tren. Awalnya sama sekali nggak tertarik buat nyoba brand mereka, for me their products not really interesting, until they finally launch these lipsticks!

Chiffon Matte Liquid Lipstick dari Beauty Story ini keluar dengan 10 warna yang menurut gue lengkap, mulai dari shade nude, sampe ke warna-warna gonjreng tapi masih wearable buat sehari-hari.




Sebenernya gue sering liat Chiffon Matte lipstick ini di Guardian, Metro, dan terakhir gue liat di AEON sambil wondering "hmm, bagus nggak ya ni lipstick..". Pas kebetulan ada testernya, gue langsung coba dan jatuh cinta sama shade Remember Me yang berwarna nude pink dengan hint mauve. Nggak nyangka kalo warna ini bisa 'masuk' di kulit gue yang kurang bisa pake warna-warna terang.




Gue beruntung bisa nyoba semua warnanya, kebetulan kantor gue dikirimin satu paket buat product info. Jadi punya kesempatan buat ngetes mulai dari pas di-apply sampe ketahanannya.





Start dari packaging-nya, i really loooveee it! Tutupnya warna rose gold cantik banget, tulisan Beauty Story dan Chiffon Matte-nya tegas berwarna gold, nggak terkesan kayak lipstick murahan deh, elite gitu. Botolnya berbahan plastik tebel yang agak berkabut (i don't know how to describe it, kayak frosted gitu botolnya) tapi warna dari lipsticknya tetep keliatan jelas kok dari luar. Terakhir, di bagian pantat botolnya kita bisa liat nama-nama shade-nya.

Begitu dibuka, wanginya nyaman di hidung karena nggak begitu nyengat yang kadang ganggu. Aplikatornya juga cihuy banget nih, panjang dan elastis tapi nggak terlalu lembek, jadi kita juga gampang taking control pas lagi pake lipstik.

*writing this part while listening Drake's 'Controlla'..hihihi*




Here are the swatches! FYI, kulit gue sawo matang dan bare lips gue aslinya gelap. Jadi hasilnya jugabisa beda-beda di orang lain.

LATTE PLEASE

TAUPE CHART

REMEMBER ME (My fave!)

HELLO PINK

PINK A PERFECT

ULTRAVIOLET

BERRY HAPPY

SUPERSTAR

VAVAVOOM

ROSY FUTURE

Gue suka tekstur Chiffon Matte ini, dia liquid tapi ke arah creamy yang enak buat di-blend. Pas dipake, bibir jadi kayak lembut banget, tapi lapisannya nggak bikin bibir berat. Beberapa warna juga gampang banget buat dipake even cuma satu kali swipe aja, misalnya kayak shade Super Star.

 Tapi ada juga beberapa warna yang justru patchy bangett bangett bangett pas dipake, susah ratanya, ngegumpaldan ada juga yang waktu dipulasin lagi pake aplikatornya malah keapus. Anehnya, gue nemuin kesusahan itu justru nggak cuma di warna Latte Please aja tapi juga di warna Berry Happy yang gelap dan gue kira teksturnya malah lebih gampang buat dipake.


Kalo buat ketahanan, Chiffon Matte ini punya ketahanan yang cukup baik dan nggak transfer ke mana-mana kalo lipstiknya udah completely dry, makan minum cantik juga nggak masalah. Tapi kalo udah makan besar apalagi yang berminyak, lipstik ini bakal pudar. Nah, satu lagi yang gue suka! Pudarnya lipstick ini nggak ninggalin efek cracking kayak cat tembok yang coplok, tapi bakal fading sedikit demi sedikit dan nggak bikin bibir kita jadi belang blentong.


Overall, i love this lipstick tapi cuma beberapa shade aja. Bukan karena selera warna, tapi lebih ke formulanya yang gue rasain beda-beda di beberapa warna, patchy dan susah buat diaplikasiin. Harganya Rp 95 ribu/pc, sebanding sama kualitasnya lah. Hmm, kalo pake range, i give 7,5 out of 10 for Chiffon Matte!