Tampilkan postingan dengan label makeup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makeup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Agustus 2017

REVIEW: WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM NO 16 17 DAN 18

Note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.





Hey fellas!

Setelah sebelumnya gue nge-review Wardah Exclusive Matte Lip Cream no. 13, 14, dan 15 (click here), kali ini gue mau ngebahas soal 3 warna baru mereka yang rilis lagi sekitar sebulan lalu, yaitu Wardah Exclusive Matte Lip Cream no 16-Heart Beet, 17-Rosy Cheek, dan 18-Saturdate Night. Sebenernya 3 warna ini udah sempet nggak sengaja gue intip pas ngecek di website BPOM buat bahan tulisan blog sebelumnya. Awal ngeliat nama-namanya, gue sempet ngira kalo mereka bakal ngerilis warna yang bold dan nggak biasa. Tapi ternyata pas dapet kiriman lagi dari Wardah ke kantor, gue NGAKAK banget! Ah c'mon Wardah, warnanya begini lagi nih? Bahkan menurut gue, nomor 18 mirip banget sama no 13 Fruit Punch. It's like exactly the same! Cuma beda warna kardus.







Sama kayak di posting-an sebelumnya, di sini gue nggak mau ngebahas tekstur karena menurut gue Wardah Exclusive Matte Lip Cream adalah salah satu produk lipstik yang racikan formula nya konsisten walaupun shade-nya beda-beda (tipis). Gue mau ngejabarin dan ngasih unjuk fotonya langsung soal warna terbaru(?) yang dirilis Wardah. Personally, gue suka semua warnanya, karena ya balik lagi, warnanya aman-aman banget buat semua umur dan kalangan. Tapi pas gue coba, gue suka sama warna no. 16 Heart Beet dengan warna merah Fanta. Maaf ya referensi warna gue jadul, Fanta lah dibawa-bawa. Kalo no 18 yaudah lah ya mirip no 13 yang emang gue suka banget, dan buat nomor 17 juga warnanya standar nude lipstick yang masih bisa masuk ke kulit sawo matang.


16 Heart Beet

17 Rosy Cheek

18 Saturdate Night

Posting-an kali ini kayaknya nggak usah panjang-panjang karena gue cuma mau ngasih liat shade terbaru mereka. Plus swatch di bibir dengan muka bagian dagu yang udah nggak jerawatan. Yaay!
Buat Wardah, please please please, kalian pasti bisa ngerilis warna yang lebih bervariasi. Gue nggak benci sih, cuma kalo warnanya aman terus, mirip-mirip dan nggak ada variasi lagi, mungkin aja kan orang-orang bakal beralih ke brand lain buat ngedapetin warna yang lebih bold, karena bosen sama warna yang gitu-gitu aja?

Oiya, terima kasih banget buat semuanya yang udah berkunjung ke blog gue, baik yang pertama kali ataupun yang udah rutin. Gue terharu banget pas traffic posting-an Wardah Exclusive Matte Lip Cream no. 13, 14, dan 15 (click here) gue diklik dan dibaca ribuan kali, dan sampe tulisan ini dibuat, viewers artikel Wardah nude lipstick gue udah hampir 10 ribu. Well, nilai segitu berarti banget dan terhitung gede di blog gue yang biasanya nggak sampe 2 ribu viewers per artikelnya. That's why i thank a lot to you guys :)

Minggu, 21 Mei 2017

REVIEW: 3 NEW NUDE SHADES FROM WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM

Note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan lebih vibrant, jadi agak beda sama shade lipstik aslinya, fotonya juga agak pecah. So, you better click the photos to see the better quality.







Hey fellas!
Kali ini gue mau ngebahas soal 3 warna baru Wardah Exclusive Matte Lip Cream yang belum lama ini rilis. Gue emang belum pernah nge-review 12 warna terdahulunya, karena gue cuma punya 1 warna yaitu nomer 5 - Speachless, itupun hasil barteran sama anak kantor. Dan sesuai namanya, gue speechless ngeliat bibir gue dengan warna oren muda, bikin bibir gue keliatan super terang. Sampe akhirnya gue berkesempatan buat nge-review 3 warna baru ini sekarang, yaitu 13-Fruit Punch, 14-My Honey Bee, dan 15-Pinky Plumise yang dikirimin tim Wardah ke kantor gue.





Gue ngeliat ketiganya pertama kali di booth Wardah pas mereka ikutan Jakarta X Beauty-nya Female Daily, sekaligus hari di mana mereka resmi ngerilis warna barunya itu. Gue nggak tau sih apakah kalian berpikiran sama kayak gue pas baru ngeliat mereka berjejer di booth, karena ekspresi gue adalah "Lah kok warnanya begini semua?" sambil megang tiga tube berwarna nude yang hampir mirip satu sama lain. Sebagai cewek yang kurang peka sama perbedaan warna yang nggak terlalu signifikan, i thought Wardah only released one new shade. Tapi pas gue perhatiin baik-baik ternyata emang mereka beda, walaupun beda tipis.




Sebenernya gue selalu skeptis sama warna lipstik nude yang hasilnya suka nggak bagus di bibir dan muka gue. Gue punya permukaan bibir "ngombre", dengan warna pink kemerahan di bagian dalem dan makin menggelap di daerah luarnya. So mostly, bibir gue berwarna gelap layaknya kulit muka gue yang sawo mateng. Tiap kali nyobain lipstik nude (yang mungkin diperuntukkan buat orang-orang berkulit lebih terang), i found it so hard to feel satisfied. Mulai dari nggak bisa nge-cover bibir gelap gue, patchy, or too bright for my skin. Guepun pernah nyoba warna nude generasi pertama Wardah Exclusive Matte Lip Cream, yaitu nomer 3- See You Latte, dan si Speachless tadi dan keduanya nggak cocok di gue. Makanya tiap kali beli lipstik selalu warna bold atau dark mauve yang udah pasti yakin bisa nutup bibir gelap, and enhanced my look as well. 

Tapi ternyata ketiga warna barunya Wardah ini bikin iman gue agak-agak goyah. Di sini gue nggak akan bahas soal kemasan, tube, kandungan, dan sebagainya karena udah banyak banget blog dan artikel yang nge-review soal itu. Gue cuma pengen berkomentar ternyata betapa cantiknya warna-warna nude yang mereka keluarin kali ini, it's like nude for everybody! Mungkin karena ketiganya punya warna nude to pinkish, and a bit mauve, bukan cokelat muda banget gitu.







Kalo dijejerin boksnya, keliatannya Pinky Plumsie jadi shade tertua. Tapi begitu dibuka dan di-swatch, kita bisa liat kalo sebenernya Fruit Punch bakal ngehasilin warna lebih gelap. Oh, dan gue juga suka sama aplikatornya yang agak miring, mempermudah gue buat ngeratain tanpa harus banyak cari angle. Formula krimnya yang thick juga bisa nutupin bibir gue yang gelap dengan baik hanya dengan satu kali dip aja. Nggak terasa berat, dan juga nggak terasa lengket. Salute for this! *tepok tangan*. Warna Fruit Punch jadi warna favorit gue di antara ketiga ini, dan menurut gue warnanya mirip banget sama Colourpop shade Bumble walaupun slightly lebih gelap. Harganya juga cuma Rp59.000, jadi bisa agak berhemat setengahnya dari harga Colourpop.

(Maaf banget gue nggak nampilin foto swatch di bibir, lagi jerawatan parah di seluruh muka. Gue udah coba dan hasil fotonya mengerikan. So i decided to just swatch it on my arm).

Overall, i love them all so much! Tapi sebenernya gue berharap Wardah bisa segera ngilangin kandungan Propyl Paraben dari produknya dan ngerilis warna-warna lain yang lebih bold dan berani. Karena rangkaian Wardah Exclusive Matte Lip Cream selama ini emang didominasi sama warna-warna yang soft dan cenderung aman. Mungkin Wardah bisa ngeluarin warna red wine kayak Make Over Ultra Hi-Matte Lipstick nomer 15-Femme Fatale, or maybe wearable dark brown.

So, which one is your perfect nude?



via GIPHY

Minggu, 11 September 2016

REVIEW: MY THE BODY SHOP MAKEUP COLLECTION

Hi peeps!

This time, i wanna share a review about my The Body Shop Makeup Collection. But first, gue mau cerita dulu sedikit soal The Body Shop, dan sedikit curhat soal hubungan kami..(lah?)


The Body Shop emang udah terkenal banget jadi salah satu kosmetik yang ngeklaim nggak cuma berusaha bikin nyaman penggunanya, tapi juga berusaha buat jadi temen bagi lingkungan. Kalo baca dari website-nya The Body Shop, mereka bener-bener pengen jadi brand yang cinta sama lingkungan, 100% vegetarian, dan bahan-bahannya didapet dari pemberdayaan petani lokal. Lokal yang mana? Nggak tau juga sih, mungkin lokal Inggris tempat lahirnya brand ini. The Body Shop juga jadi makeup brand pertama yang ngelarang pengujian bahan-bahan produknya ke hewan, dan ngajak konsumennya buat ikut bergerak buat pelestarian lingkungan. Tagline mereka aja "Beauty With Heart", jadi ya nggak cuma tampang kita aja yang dirawat, tapi juga kepekaan sama hati nurani kita ikutan diasah. They really want to make world as the better place.


Actually i'm not a fan of this brand. Dulu waktu jaman SMP-SMA (sampe sekarang juga sih), gue memandang brand ini sebagai brand yang mahaaaaaall banget, and i can't afford it. Nyokap juga nggak kenal The Body Shop, she was a die hard fan of Revlon (sampe akhirnya ketemu Wardah yang udah terjamin halal), jadi gue tau brand ini dari temen-temen yang kebetulan pake. My first The Body Shop product was blotting paper, yang dikasih sama temen gue sebagai kado ulang tahun. Namanya juga jaman bocah, dapet kertas minyak, branded pula, pakenya dipirit-pirit. Kalo ada yang minta rada enggan, sampe akhirnya si paper itu ilang entah ke mana. Terus gue juga dikasih 1 set makeup cleanser yang pakenya pun gue sayang-sayang sampe tanggal kadaluarsa memisahkan kita. See?! Udah ketauan kan kalo hubungan gue sama The Body Shop nggak bisa akrab gegara urusan harga..

Tapi bukan nggak ada alesan kenapa mereka punya harga yang bakal bikin dompet males keluar dari kantong. Ibaratnya, ada harga ya ada kualitas, dan mereka emang ngebuktiin dengan penggunaan bahan yang nggak sembarangan, kimianya dikit, vegetarian pula, dan buat nyiptain kosmetik yang environtment friendly kan nggak gampang. There must be a lot effort to do it consistantly.

Yuk lah kita langsung masuk review!


FRESH NUDE FOUNDATION sicily amber 050 | Rp 349.000




Fondation ini ngeklaim kalo bisa ngejaga kelembapan muka selama 24 jam, formulanya ringan, mengandung SPF 15, cocok buat semua jenis kulit, dan bikin wajah jadi keliatan segar. Hmm, gue setuju sih sama klaim mereka. The Body Shop Fresh Nude Fondation ini emang ringan banget, nggak terlalu creamy kayak fondation biasanya. Pas dipake ke muka, kulit rasanya jadi sejuk dan gampang di-blend. The Body Shop Fresh Nude Fondation juga ngasih finish look yang dewy, makanya bikin muka kita keliatan seger. Tapi ya karena formulanya ringan, coverage-nya juga nggak terlalu tinggi menurut gue, jadi muka kita tetep keliatan natural dan spot-spot yang agak tebal nggak bisa ketutup dengan sempurna, harus tetep dibantu sama concealer. Mungkin kalo yang suka sama efek no makeup-makeup, glowing dan seger terus bakal suka sama The Body Shop Fresh Nude Fondation ini.



Pori-pori tetep keliatan, beberapa spot nggak ketutup, tapi muka keliatan glowy dan lembap kayak sehat gitu. Kadang gue berani nggak pake pelembap kalo lagi ngegunain fondation ini tanpa takut muka nggak terlindung.

I do love the glowing and the healthy skin effect from this fondie, tapi sebagai pemilik muka super oily yang sangat mengagung-agungkan matte finish, gue kadang ngerasa kurang nyaman sama efek dewy-nya ini. Muka jadi kayak berminyak banget, padahal kalo dipegang ya cuma efek doang. Jadi tiap kali ngaca, rasanya pengen blotting buru-buru pake kertas minyak. Karena muka gue juga tan, kalo berminyak tuh kayak ngerasa dekil aja.

SHADE ADJUSTING DROPS LIGHTENING & Darkening | rp 309.000 each


Kalo ngeliat dari web The Body Shop Indonesia, produk lightening ini ternyata baru banget masuk ke The Body Shop Indonesia, sedangkan yang darkening belum muncul. I got this from Mbak Yence yang kebetulan diutus liputan The Body Shop di London, Inggris. Sebelum gue bener-bener baca tulisan di botolnya, gue sotoy dan ngira kalo ini buat contouring dan highlighting. Tapi pas gue coba kok nggak terlalu keliatan? Ternyata pas gue perhatiin lagi, dua produk ini berfungsi buat ngoplos produk-produk makeup liquid yang warnanya nggak pas. (AHA! guepun hobi ngoplos-ngoplos terutama lipstik yang shade-nya nggak cocok dan gue nggak pengen jadi sia-sia). Guepun jadi sering ngegunain The Body Shop Shade Adjusting Drops Lightening ini buat fondation atau lipstik yang gue beli ternyata terlalu gelap di kulit. Begitu juga sebaliknya, The Body Shop Shade Adjusting Drops Darkening gue pake buat ngoplos fondie atau lipstik yang warnanya keterangan.



Aplikatornya enak banget berbentuk pipet, jadi ngambil produknya juga tetep higienis. Takarannya sih 1 tetes buat 1/2 shade lebih terang/gelap, tapi gue suka random aja netesin sampe muncul warna yang gue pengen.

The Body Shop Fresh Nude Fondation + The Body Shop Shade Adjusting Drops Lightening

So far sih produk ini helpful banget dan teksturnya gampang menyatu sama produk yang mau dioplos! Jadi kalo biasanya suka ragu buat beli fondie atau lipstik karena warnanya, sekarang udah bisa diakalin pake The Body Shop Shade Adjusting Drops.

HONEY BRONZE HIGHLIGHTING DOME 3 | rp 209.000


And this one is my favorite. Highliter balm yang biasa gue jadiin blush on juga dan wanginya enaakk. Gue suka karena pengaplikasiannya yang gampang banget, tapi emang agak kurang oppaque kalo cuma dioles 1-2 kali. Butuh sekitar 3 kali buat ngasilin warna bronze gold-ish plus highlite yang lumayan. Satu lagi yang jadi PR adalah kalo pake The Body Shop Honey Bronze Highliting Dome ini jangan pake bedak dulu, soalnya bedaknya bisa jadi keangkat dan terkesan patchy di muka kita. Enakan sih pake ini dulu sebelum muka kita di-set pake bedak,

kalo nggak salah ini 2-3 kali oles

can you see the glow and the color?


DOWN TO EARTH EYE SHADOW GLOW PALETTE | £22 





Dari sekian banyak makeup yang gue kumpulin, bisa dibilang gue anaknya jarang banget pake eyeshadow. Guepun jujur aja masih clueless tiap kali pake eyeshadow, warna apa ditaro di mana biar bagus, sampe batas mana si eyeshadow itu ditarik ke luar kelopak mata, jadi kalo mau kondangan gue selalu liat tutorial di YouTube. The Body Shop Down To Earth Eye Shadow Glow Palette ini pigmented banget walaupun nggak pake eyeshadow base (kebayang kan kalo ditambah base?) Sesuai sama serinya, warna-warna di eyeshadow ini earthy banget, cokelat, cream, nude, sampe hitam. Di dalam 8 warna berbeda ini kita juga bisa nemuin 3 finish look yang beda, ada yang matte, shimmers, dan sparkles, cakep buat di-mix and match. Oiya, based on the website, The Body Shop Down To Earth Eye Shadow Glow Palette ini belum masuk ke store di Indonesia. Makanya gue cantumin harga dari web UK ya.



Buat yang nggak suka warna gonjreng, palette ini boleh juga lah! Nah, karena kelopak mata gue berminyak, gue selalu pengen eyeshadow yang nggak creasing alias luntur di mata. Setelah nyoba pake eyeshadow ini seharian emang nggak separah eyeshadow yang pernah gue pake, masih tahan lama walaupun ada sedikit luntur. 

And here's the finish look of my makeup using The Body Shop Products!


Walaupun di-set sama bedak yang matte, efek dewy-nya tetep ada. Kulit jadi keliatan glowy dan sehat.



Selain produk The Body Shop, gue juga pake produk-produk ini buat bikin look di atas:
Eyebrow using QL Eyebrow Cream, Eyeliner using Purbasari Pen Liner, Lipstick using Nabi shade Nutmeg, Mascara using QL Waterproof Mascara, and Setting Powder using Essence Fixing Loose Powder All About Matt!




The Body Shop Brushes also amazing dan lembut banget!


KISTNA EAU DE TOILETTE | rp 389.000


Lho kok ada Kistna? Yaa biarpun gue cewek yang suka makeup, tapi kalo urusan parfum gue bakal selalu pilih parfum cowok atau yang wanginya lebih cenderung ke buah-buahan daripada bunga.
Pertama kali nyium aromanya, gue langsung suka banget. Campuran citrus, grapefruit, dan lemon bikin badan kerasa seger banget. Maskulinnya dapet, tapi juga menurut gue masih bisa dipake sama cewek. Gue beli ini udah lumayan lama, tapi karena keseringan pake AXE Anarchy For Him, Kistna jadi jarang gue pake. But this fragrance is really recommended! Mau ngasih buat pacar atau buat dipake sendiri? Hmm, pake aja lah berdua, biar tambah cocok tak terpisahkan macam anak kembar baru mandi..hehe.


Okay, segitu dulu review buat kali ini. Satu kata buat ngegambarin produk-produk The Body Shop: Mild. Soalnya gue ngerasa semua produknya nggak sekeras produk makeup kebanyakan, dan kayaknya cocok buat kulit yang sensitif atau baru-baru belajar makeup tapi takut mukanya rusak kena efek kosmetik. The Body Shop ngasih gue banyak pelajaran: 
1. Beauty with Heart,
2. Mulai peduli sama lingkungan,
3. Dan harus rajin menabung buat beli produk lainnya...

Kamis, 18 Agustus 2016

REVIEW: CHIFFON MATTE LIQUID LIPSTICK BY BEAUTY STORY

note: If you guys checking my blog via mobile, warna fotonya emang keliatan more vibrant, jadi agak beda sama shade lipstick aslinya, dan fotonya agak pecah. So you better click the photos to get the better quality. 



I need to review this! Dari sekian banyak brand makeup yang ngeluarin liquid lipstick, Beauty Story jadi salah satu brand yang menurut gue lumayan cepet ngerespon tren. Awalnya sama sekali nggak tertarik buat nyoba brand mereka, for me their products not really interesting, until they finally launch these lipsticks!

Chiffon Matte Liquid Lipstick dari Beauty Story ini keluar dengan 10 warna yang menurut gue lengkap, mulai dari shade nude, sampe ke warna-warna gonjreng tapi masih wearable buat sehari-hari.




Sebenernya gue sering liat Chiffon Matte lipstick ini di Guardian, Metro, dan terakhir gue liat di AEON sambil wondering "hmm, bagus nggak ya ni lipstick..". Pas kebetulan ada testernya, gue langsung coba dan jatuh cinta sama shade Remember Me yang berwarna nude pink dengan hint mauve. Nggak nyangka kalo warna ini bisa 'masuk' di kulit gue yang kurang bisa pake warna-warna terang.




Gue beruntung bisa nyoba semua warnanya, kebetulan kantor gue dikirimin satu paket buat product info. Jadi punya kesempatan buat ngetes mulai dari pas di-apply sampe ketahanannya.





Start dari packaging-nya, i really loooveee it! Tutupnya warna rose gold cantik banget, tulisan Beauty Story dan Chiffon Matte-nya tegas berwarna gold, nggak terkesan kayak lipstick murahan deh, elite gitu. Botolnya berbahan plastik tebel yang agak berkabut (i don't know how to describe it, kayak frosted gitu botolnya) tapi warna dari lipsticknya tetep keliatan jelas kok dari luar. Terakhir, di bagian pantat botolnya kita bisa liat nama-nama shade-nya.

Begitu dibuka, wanginya nyaman di hidung karena nggak begitu nyengat yang kadang ganggu. Aplikatornya juga cihuy banget nih, panjang dan elastis tapi nggak terlalu lembek, jadi kita juga gampang taking control pas lagi pake lipstik.

*writing this part while listening Drake's 'Controlla'..hihihi*




Here are the swatches! FYI, kulit gue sawo matang dan bare lips gue aslinya gelap. Jadi hasilnya jugabisa beda-beda di orang lain.

LATTE PLEASE

TAUPE CHART

REMEMBER ME (My fave!)

HELLO PINK

PINK A PERFECT

ULTRAVIOLET

BERRY HAPPY

SUPERSTAR

VAVAVOOM

ROSY FUTURE

Gue suka tekstur Chiffon Matte ini, dia liquid tapi ke arah creamy yang enak buat di-blend. Pas dipake, bibir jadi kayak lembut banget, tapi lapisannya nggak bikin bibir berat. Beberapa warna juga gampang banget buat dipake even cuma satu kali swipe aja, misalnya kayak shade Super Star.

 Tapi ada juga beberapa warna yang justru patchy bangett bangett bangett pas dipake, susah ratanya, ngegumpaldan ada juga yang waktu dipulasin lagi pake aplikatornya malah keapus. Anehnya, gue nemuin kesusahan itu justru nggak cuma di warna Latte Please aja tapi juga di warna Berry Happy yang gelap dan gue kira teksturnya malah lebih gampang buat dipake.


Kalo buat ketahanan, Chiffon Matte ini punya ketahanan yang cukup baik dan nggak transfer ke mana-mana kalo lipstiknya udah completely dry, makan minum cantik juga nggak masalah. Tapi kalo udah makan besar apalagi yang berminyak, lipstik ini bakal pudar. Nah, satu lagi yang gue suka! Pudarnya lipstick ini nggak ninggalin efek cracking kayak cat tembok yang coplok, tapi bakal fading sedikit demi sedikit dan nggak bikin bibir kita jadi belang blentong.


Overall, i love this lipstick tapi cuma beberapa shade aja. Bukan karena selera warna, tapi lebih ke formulanya yang gue rasain beda-beda di beberapa warna, patchy dan susah buat diaplikasiin. Harganya Rp 95 ribu/pc, sebanding sama kualitasnya lah. Hmm, kalo pake range, i give 7,5 out of 10 for Chiffon Matte!

Jumat, 03 Juni 2016

REVIEW: LIPKIT BY KYLIE JENNER, IS IT WORTH THE HYPE?

Heyy guys! It's been a while nggak nulis blog (dan selalu kalimat ini yang jadi pembuka tulisan gue hahahahha). Anyway, kali ini gue emang pengen ngebahas lip product lagi, yang sampe sekarang masih nge-hits banget. It's Lipkit by Kylie Jenner! Tapi kali ini gue nge-copy artikel yang gue tulis sebagai review di web-nya Gogirl!. Jadi beberapa waktu lalu, i had one on one session with my Editor in Chief, Mbak Anita Moran buat update soal progres artikel yang lagi berjalan. At the end of our convo, she gave me one unexpected gift while say..

"Aku mau kasih Sahnath hadiah - naruh lipkit itu di meja dan disodorin ke gue- aku taunya Sahnath suka banget lipstik, aku sering denger Sahnath ngobrolin lipstik melulu.."

Yaa apalagi sih reaksi gue selain teriak agak tertahan (masih nyadar itu di ruangan bos) dan bilang "serius mbak???". Hmm, gue nggak tau sih reaksi orang lain pas dikasih lipstik Kylie, tapi yang jelas gue speechless dan seneng banget bisa nyobain lipstick ini. Kalo kata Managing Editor gue, Mbak Metha, ada kemungkinan sekitar 1 : 36475839373635237 lipstik ini dipegang sama Kylie. Katanya ya...

Mbak Anita sempet minta gue buat tulis honest review tentang Lipkit Kylie ini. Karena gue juga demen-demen aja review makeup, nggak dikasih deadline juga, jadi yaudah challenge accepted. Pas pake lipstik ini buat foto review, guepun jadi nyari tutorial makeup Kylie Jenner biar rada-rada mirip gitu lah, biarpun ujung-ujungnya ya nggak mirip juga..

Okay, let's start the review! Artikel ini juga bisa diliat di website-nya Gogirl!: 
http://www.gogirlmagz.com/blog/detail//lipkit-by-kylie-jenner-is-it-worth-the-hype.html

Enjoy!



LIPKIT BY KYLIE JENNER, IS IT WORTH THE HYPE?





When we talk about Kylie Jenner, we definitelly can’t stop talking about her life, family, and ofcourse, her beauty line! Sejak Kylie diberitain ngerilis makeup brand dan dimulai dengan peluncuran koleksi liquid lipstick ‘Lipkit by Kylie’, everybody seems really excited about that! Bahkan di awal peluncurannya tahun November 2015 lalu, Lipkit by Kylie ini langsung sold out cuma dalam waktu satu menit, dan sampe ada yang ngejual lagi di eBay dengan harga sampe 10 kali lipat dari aslinya. Until now, we haven’t lost the excitement yet. Gogirl! juga nggak mau ketinggalan buat share review soal liquid lipstick yang satu ini! Let’s see what our Editor, Syarifah Sahnath Assiry think about this lip product!



Lipkit by Kylie awalnya dateng dengan 3 warna ‘aman’ yaitu nude to brown dan tekstur matte, yaitu Candy K, Dolce K, dan True Brown, lalu disusul sama warna-warna lain yang lebih berani kayak Posie K, Koko K, Mary Jo K, 22, Kourt K, dan Exposed. Kylie juga nambahin koleksi liquid lipstick-nya dengan varian gloss dengan 3 pilihan warna, dan juga metal yang lebih ngasih efek shimmery. Basically, aku suka warna-warna nude yang tone-nya lebih gelap, karena kulit aku sawo matang dan lipstick dark nude selalu jadi andalan kalo pengen muka keliatan lebih cerah. Jadi pilihanku jatuh ke Dolce K yang keliatan punya shade brown tapi nggak segelap True Brown.

Dari packaging, Lipkit by Kylie come up with the dripping design, yang bikin dusnya keliatan simple and cool at the same time. Di pinggiran dusnya kita bisa ngeliat shade dari lipstick-nya dan ini jarang banget ada di dus produk lipstick kebanyakan. Di belakangnya juga ada semacam ‘personal touch’ plus tips dari Kylie yang nyebutin “Line lips with lip liner and fill lips in with liquid lip color”. (hmm, mungkin just in case banyak cewek yang nggak tau kali ya gimana cara ngeaplikasiin lipstick. *rolling eyes*)


Eh tapi makasih lhooo tipsnya, Kylie! (*turn-off the nyinyir mode*)




It comes with two products, the liquid lipstick and the lip liner. Waktu pertama kali rilis, sempet mikir kenapa harganya begitu mahal, it’s $29 atau sekitar Rp377 ribu dan belum termasuk ongkos kirim sekitar $15 karena produk ini belum masuk ke Indonesia. Tapi ternyata karena dapetin 2 produk sekaligus, harganya masih make sense ya. Kalo ribet order via web-nya, beberapa online shop Indonesia udah mulai banyak yang buka pre order dengan harga yang pastinya lebih mahal, sekitar Rp800 ribuan. Tube liquid lipstick-nya dari mika yang cukup tebel dan juga dikasih desain dripping just like the box. Kalo buat lip liner-nya menurut aku masih konservatif dengan sistem diserut while beberapa produk udah keluar dengan sistem roll atau tinggal puter aja. Begitu aku buka liquid lipstick-nya, wangi vanilla yang kuat banget langsung menyeruak. Serasa lagi masuk ke toko kue atau makan cupcake. For sure, aku nggak sabar buat nyoba lipkit ini ke bibir!

First Impression:
Sesuai wejangan Kylie di belakang box (ciye, anaknya nurut banget), aku bakal mulai dari lip liner-nya dulu. Tekstur dari lip liner-nya creamy banget, berbeda dari lip liner kebanyakan yang lebih keras kayak crayonHonestly, it surprised me karena aku nggak ngerasa kesusahan buat ngebentuk garis bingkai di bibir walaupun jadi cepet berkurang isinya dan harus buru-buru diraut. Aku juga nggak terlalu suka sama produk yang ngeharusin penggunanya ngeraut karena cenderung ribet dan boros begitu isinya nempel-nempel di rautan. But again, kemasan pensil lip liner Lipkit by Kylie ini soft banget tanpa harus ngeluarin tenaga ekstra kayak ngeraut eyeliner atau lip liner kebanyakan. Isinya pun nggak terlalu terkuras banyak di rautan.

Start to apply the liquid lipstick, teksturnya emang cair banget! Kalo kebanyakan liquid lipstick punya tekstur agak creamy atau mousse kayak misalnya NYX Soft Matte Lip Cream atau Stila Stay All Day Liquid Lipstickthis thing is literally liquid. Begitu dipake sekali swipe aja, warnanya bener-bener jelas banget dan nggak patchy.Ukuran ujung aplikatornya juga pas, nggak kegedean, kekecilan, atau kependekan, dan enak banget buat dipake nge-blend lipstick-nya.For me, the formula is really awesome! Karena nggak bikin bibir jadi kaku, kerasa ringan banget kayak nggak pake lipstick, dan nggak bikin bibir jadi terlalu kering walaupun garis-garis di bibir jadi keliatan lebih tegas. Drying speed-nya juga cepet, aku cuma nunggu sekitar 30 detikan sampe lipstick ini bener-bener set di bibir. Lipkit by Kylie ini juga kissproof alias nggak transfer ke mana-mana. Jadi kalo dibawa makan atau minum yang nggak terlalu berat, si lipstick bakal tetap stay di bibir kita. Kalopun kita makan makanan yang berminyak banget, lipstick ini lebih ninggalin efek fading atau memudar dibanding cracking yang bikin bibir kita jadi belang-belang.

Tapi sayangnya, aku agak kaget begitu ngeliat warna yang ter-apply di bibir aku justru berbeda sama ekspektasi warna yang ada di dus maupun di tube-nya. It’s more like a brown shade with a hint of grey. Warna yang tadinya aku harap bisa bikin mukaku jadi lebih cerah ternyata bikin muka makin keliatan pucat, because basically the Dolce K color is more like my natural lip color, jadi ya kayak nggak pake lipstick aja gitu.

 






#nofilter #UdahKayakKylieBelom?
So, back to the question, is it really worth the hype? Overall, i can say yes karena formulanya yang bagus banget dibanding liquid lipstick lain yang ada di pasaran. Dari segi warna, menurut aku Dolce K kayaknya nggak terlalu cocok diaplikasiin sama semua skin tone, dan bakal lebih pas sama orang yang punya kulit cool tone atau lebih putih. Tapi kalo ngomongin kualitas, bisa dibilang sebanding deh sama harganya, apalagi dalam satu kemasan kita dapet dua produk sekaligus. Tapi kalo emang masih ngerasa kemahalan, kita bisa akalin dengan dupe atau produk lain yang warnanya hampir mirip tapi harganya jauh lebih murah. So far, yang paling deket buat dijadiin dupe adalah Colourpop Ultra Matte Liquid Lipstick dengan shade Chi, dan juga Beeper walaupun sedikit agak mauve. Harganya juga cuma sekitar Rp130 ribu dan lebih gampang ditemuin di online shop.


photo from @themakeupblock


It’s time for you to try girls! Don’t forget to mention @gogirlmagz and share how your experience about Lipkit by Kylie or the dupe! See you on the next review!